Beranda / Cara Penggunaan

Cara Penggunaan Produk Fibrit

Setiap lini produk punya cara pakai yang berbeda. Pilih produk yang Anda gunakan, lalu ikuti langkahnya dari persiapan sampai perawatan rutin.

3 panduan produk
Langkah berurutan
Dilengkapi pertanyaan umum

Panduan Media Tanam

Pilih produk lain

Panduan menyiapkan media tanam curah siap pakai, mencampur sesuai jenis tanaman, sampai perawatan setelah tanam.

Persiapan Alat & Bahan

Siapkan seluruh kebutuhan berikut sebelum mulai agar proses tidak terputus di tengah jalan. Semua bahan mudah didapat dan tidak memerlukan peralatan khusus.

Bahan

  • Media tanam Fibrit kemasan 5 atau 7 liter
  • Air bersih, bukan air payau atau air kotor
  • Kompos / pupuk kandang matang sebagai campuran
  • Sekam bakar atau pumice bila perlu tambahan aerasi

Alat

  • Wadah atau baskom lebar untuk mencampur media
  • Sekop kecil atau sarung tangan berkebun
  • Pot, polybag, atau bedengan yang sudah berlubang drainase
  • Gembor atau botol semprot untuk menyiram

Langkah Penggunaan

Lima langkah di bawah ini berlaku untuk media tanam curah siap pakai Fibrit, baik kemasan 5 liter maupun 7 liter.

1

Buka Kemasan dan Tuang Media

Media tanam Fibrit sudah berbentuk curah dan siap pakai, jadi tidak perlu direndam lebih dulu. Tuang media dari kemasan ke wadah yang cukup lebar, secukupnya sesuai jumlah pot yang akan diisi.

Kemasan 5 liter cukup untuk sekitar 4–5 pot berdiameter 15 cm, tergantung seberapa penuh pot diisi.
2

Gemburkan dan Cek Kelembapan

Gemburkan media dengan tangan atau sekop kecil supaya gumpalan sisa pemadatan di dalam kemasan terurai dan rongga udaranya kembali terbuka. Cek kelembapannya: bila digenggam menggumpal tetapi tidak meneteskan air, kadar airnya sudah pas.

Kalau media terasa terlalu kering karena lama disimpan, percikkan sedikit air bersih sambil diaduk sampai lembap merata.
3

Campur Sesuai Jenis Tanaman

Campurkan media dengan kompos, sekam bakar, atau pumice mengikuti tabel takaran di bawah. Aduk hingga warna dan teksturnya merata agar nutrisi tersebar seragam.

Untuk hidroponik, lewati kompos dan gunakan nutrisi AB Mix sesuai fase tanam.
4

Isi Pot dan Tanam

Masukkan media ke dalam pot atau polybag, sisakan ruang 2–3 cm dari bibir pot supaya air siraman tidak meluber. Padatkan seperlunya saja — media yang terlalu padat menghambat sirkulasi udara di zona akar. Buat lubang tanam, letakkan bibit, lalu tutup dan siram tipis.

5

Siram dan Adaptasikan

Setelah tanam, letakkan di tempat teduh selama 2–3 hari agar tanaman beradaptasi, baru pindahkan ke lokasi dengan sinar matahari sesuai kebutuhan tanaman. Jaga kelembapan, jangan sampai media mengering total.

Takaran Campuran per Jenis Tanaman

Perbandingan berikut memakai satuan volume (bukan berat) dan sudah diuji pada kondisi iklim tropis. Sesuaikan sedikit bila lokasi Anda lebih lembap atau lebih kering.

Jenis Tanaman Komposisi Campuran Frekuensi Siram Catatan
Sayuran daun
(sawi, bayam, kangkung)
2 media : 1 kompos : 1 sekam bakar 1–2× sehari Butuh nitrogen tinggi, tambah pupuk cair tiap 10 hari.
Sayuran buah
(cabai, tomat, terong)
2 media : 1 kompos : 1 pupuk kandang 1× sehari Tambahkan dolomit bila pH tanah cenderung asam.
Tanaman hias daun
(monstera, aglonema)
1 media : 1 sekam bakar : 1 pumice 2–3× seminggu Utamakan porositas, hindari media terlalu padat.
Kaktus & sukulen 1 media : 2 pasir malang / pumice 1× seminggu Pastikan drainase sangat lancar agar akar tidak busuk.
Anggrek Serat kasar / potongan serat 100% 2× seminggu Gunakan pot berlubang banyak, hindari media halus.
Hidroponik & semai 1 media : 1 sekam bakar Sesuai sistem Cuci media dulu hingga EC di bawah 0,5 mS/cm.

Perawatan Setelah Tanam

Media tanam berbahan serat menahan air lebih lama dibanding tanah biasa, sehingga pola penyiraman perlu disesuaikan. Cek kelembapan dengan menekan permukaan media sedalam 2 cm memakai jari: bila masih terasa lembap, tunda penyiraman.

Berikan nutrisi tambahan setiap 10–14 hari karena media serat murni memiliki kandungan hara yang rendah. Pupuk organik cair, NPK larut air, atau kompos yang ditaburkan tipis di permukaan sama-sama bekerja baik. Gemburkan permukaan media sebulan sekali agar tidak memadat, dan ganti sebagian media setiap 6–12 bulan untuk tanaman dalam pot.

Penyimpanan Media

Media yang belum dipakai sebaiknya disimpan dalam kemasan tertutup, di tempat kering dan teduh, serta tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Dalam kondisi kering, media dapat bertahan lebih dari dua tahun tanpa penurunan kualitas.

Untuk media yang sudah dibuka namun tidak habis terpakai, tutup kembali kemasannya dan simpan di tempat kering. Bila media sempat terkena air atau terasa basah, angin-anginkan dulu sampai lembap merata sebelum disimpan — media basah yang disimpan rapat tanpa udara berisiko berjamur dan berbau.

Yang Perlu & Tidak Perlu Dilakukan

Lakukan

  • Gunakan pot atau polybag berlubang drainase.
  • Gemburkan media lebih dulu supaya rongga udaranya kembali terbuka.
  • Campur dengan kompos untuk menambah unsur hara.
  • Cek kelembapan sebelum menyiram.
  • Gemburkan permukaan media secara berkala.

Hindari

  • Memadatkan media terlalu keras di dalam pot.
  • Menyiram saat media masih basah menggenang.
  • Memakai air payau atau air bekas cucian berdeterjen.
  • Menyimpan media basah dalam karung tertutup rapat.
  • Menuang media langsung dari kemasan ke pot tanpa digemburkan lebih dulu.

Pertanyaan Umum

Tidak perlu. Isi kemasan sudah berupa media curah siap pakai, jadi langsung bisa dituang, digemburkan, lalu dicampur sesuai kebutuhan. Perendaman hanya diperlukan pada media berbentuk blok padat, dan itu bukan bentuk yang kami jual.

Media kami sudah melalui proses pencucian pabrik sehingga kadar garamnya rendah. Namun untuk sistem hidroponik yang sensitif, disarankan membilas ulang satu sampai dua kali dan mengukur EC hingga di bawah 0,5 mS/cm sebelum digunakan.

Bisa. Setelah panen, ayak media untuk membuang sisa akar, jemur 1–2 hari untuk mengurangi patogen, lalu campurkan media lama dengan media baru dengan perbandingan 1:1 dan tambahkan kompos segar.

Penyebab paling umum adalah kekurangan nitrogen, karena media serat murni memang miskin hara. Tambahkan pupuk cair atau kompos. Penyebab lain adalah penyiraman berlebihan yang membuat akar kekurangan oksigen — pastikan drainase pot lancar.

Aman. Media kami berbahan serat alami tanpa campuran bahan kimia berbahaya dan telah melalui proses pengeringan serta penyortiran, sehingga cocok untuk sayuran, buah, maupun tanaman herbal konsumsi.

Produk Terkait

Produk untuk Panduan Ini

Masih Ragu Menentukan Takaran?

Ceritakan kebutuhan Anda, tim kami bantu rekomendasikan produk dan takarannya.

Konsultasi Gratis
Chat via WhatsApp