Beranda / Cara Penggunaan

Cara Penggunaan Produk Fibrit

Setiap lini produk punya cara pakai yang berbeda. Pilih produk yang Anda gunakan, lalu ikuti langkahnya dari persiapan sampai perawatan rutin.

3 panduan produk
Langkah berurutan
Dilengkapi pertanyaan umum

Panduan Alas Kandang Ternak

Pilih produk lain

Panduan menebar dan merawat alas kandang agar lantai lebih kering, bau amonia tertekan, dan pembersihan lebih ringan.

Persiapan Alat & Bahan

Alas Hewan Ternak Fibrit dibuat dari serat alami berdaya serap tinggi. Butiran seratnya menyerap urine dan kelembapan, lalu menguapkannya kembali lewat pori-pori serat. Dengan ventilasi kandang yang lancar dan perawatan harian yang rutin, lantai kandang lebih cepat kering dan bau amonia lebih terkendali — seberapa besar hasilnya tetap bergantung pada kepadatan ternak, cuaca, dan kebersihan kandang, bukan pada alas semata. Panduan ini merangkum pemakaiannya secara berurutan: menyiapkan lantai, menentukan ketebalan tebaran per jenis ternak, merawat harian, menentukan kapan ganti sebagian atau ganti total, sampai mengolah alas bekas pakai jadi kompos. Dirawat mengikuti urutan ini, frekuensi ganti total umumnya bisa ditekan.

Bahan

  • Alas Hewan Ternak Fibrit secukupnya — hitung dari luas lantai dikali ketebalan target
  • Desinfektan kandang untuk pembersihan lantai sebelum tebar, dipakai sesuai dosis dan waktu tunggu di labelnya
  • Kapur pertanian jenis kalsium karbonat atau dolomit untuk taburan tipis di lantai tanah (opsional) — bukan kapur tohor atau kapur sirih
  • Kertas atau koran bekas untuk menutup permukaan alas di area brooding pada hari-hari pertama
  • Terpal untuk menutup stok yang belum terpakai dan menutup tumpukan kompos

Alat

  • Garpu tanah untuk mengaduk dan membalik lapisan
  • Sekop dan sapu berbulu kaku untuk membersihkan lantai
  • Gerobak dorong atau karung untuk memindahkan alas masuk-keluar kandang
  • Tongkat ukur bertanda atau meteran untuk mengecek ketebalan tebaran
  • Sarung tangan dan masker kerja untuk pembersihan lantai, pengadukan harian, pembongkaran alas lama, dan pembalikan tumpukan kompos

Langkah Pemakaian

1

Bersihkan dan Keringkan Lantai Kandang

Keluarkan alas lama beserta kotoran yang menempel, lalu sapu dan sikat lantai sampai bersih. Bila kandang baru dikosongkan, semprot desinfektan mengikuti dosis dan waktu tunggu yang tertera pada label produknya, kemudian biarkan lantai benar-benar kering sebelum ditebar alas baru. Lantai yang masih basah membuat lapisan paling bawah cepat menggumpal walaupun alasnya baru ditebar.

Kapur hanya membantu mengeringkan permukaan lantai tanah — tabur tipis, lalu tutup rata dengan alas. Kelembapan yang naik dari tanah tidak bisa ditahan kapur; yang benar-benar menyelesaikannya adalah perbaikan drainase atau pemasangan lapisan kedap di bawah lantai.
Semprot desinfektan hanya saat kandang benar-benar kosong dari ternak. Ikuti dosis dan waktu tunggu pada label, pakai sarung tangan dan masker, dan jangan pernah mencampur dua jenis desinfektan — campuran golongan klorin dengan asam atau amonia menghasilkan gas beracun. Bila memakai kapur, pastikan yang dipakai kapur pertanian (kalsium karbonat atau dolomit); kapur tohor dan kapur sirih bersifat kaustik, dapat menimbulkan luka bakar kimia pada telapak kaki ternak yang lembap, dan debunya mengiritasi saluran napas ternak maupun pekerja.
2

Periksa Ventilasi dan Titik Bocor

Cek atap, dinding, dan saluran air minum sebelum mulai menebar. Tetesan dari tempat minum atau bocoran atap adalah penyebab paling sering munculnya titik basah yang menggumpal lebih dulu daripada bagian lain. Pastikan udara bisa mengalir supaya uap air yang dilepas alas terbawa keluar, bukan mengendap di dalam kandang. Kecepatan kering dan tingkat bau di kandang lebih ditentukan oleh ventilasi dan kepadatan ternak daripada oleh alasnya sendiri.

Perbaiki dulu kebocoran kecilnya — jauh lebih hemat daripada menambal alas di titik yang sama berulang kali.
3

Tebar Alas Secara Merata

Tuang alas dari beberapa titik, lalu ratakan dengan garpu atau sekop sampai ketebalannya seragam di seluruh lantai. Untuk kandang lantai, ketebalan awal berkisar 5–20 cm tergantung jenis ternak — rinciannya ada di tabel. Untuk baki penampung kandang baterai cukup 1–3 cm, dan untuk kolong kandang panggung cukup 3–5 cm karena fungsinya hanya menampung, bukan menjadi alas pijak. Jangan dipadatkan atau diinjak-injak; serat yang tetap gembur itulah yang menyerap dan melepas uap air dengan baik.

Beri tanda pada tongkat kayu setinggi ketebalan target agar mudah mengecek tebaran di banyak titik sekaligus. Untuk masa brooding, pilih sisi atas rentang tabel bila lantainya semen atau suhu sedang dingin.
Jangan tebar alas yang berbercak jamur, menggumpal, atau berbau apek — spora jamur dapat memicu gangguan pernapasan pada ternak, terutama anak ayam, dan pada pekerja. Di area brooding, tutup permukaan alas dengan kertas atau koran selama 3–5 hari pertama supaya anak ayam tidak mematuk dan menelan butiran serat.
4

Aduk dan Balik Lapisan Setiap Hari

Sekali sehari, biasanya pagi setelah pembersihan tempat pakan, aduk permukaan alas dengan garpu sedalam beberapa sentimeter. Balik bagian yang mulai memadat supaya udara masuk dan sisi yang basah terangkat ke atas untuk kering. Area di sekitar tempat minum, tempat pakan, dan sudut kandang butuh perhatian ekstra karena paling cepat lembap.

Kerjakan saat aktivitas kandang paling sepi agar ternak tidak terganggu saat lapisan dibalik.
Mengaduk melepaskan lonjakan debu dan gas amonia dari lapisan bawah ke udara kandang, dan ini dikerjakan saat ternak ada di dalam. Buka ventilasi lebar-lebar sebelum mulai dan pakai masker. Aduk pelan dan hati-hati di sekitar ternak, jangan mengayun garpu di antara mereka; pada kandang anak ayam cukup aduk permukaannya secara ringan.
5

Tambah Lapisan Baru di Titik Basah

Bila ada bagian yang tetap lembap atau mulai menggumpal, angkat dulu gumpalannya lalu tutup dengan alas baru setebal 1–5 cm sesuai jenis ternak. Cara ini lebih hemat daripada membongkar seluruh lantai, dan bau di titik itu umumnya berkurang di hari yang sama. Selangnya berbeda-beda — dari harian untuk sapi dan kerbau sampai tiap 7–10 hari untuk ayam petelur, ayam kampung, kambing, dan domba; ikuti tabel dan jangan menunggu sampai bau amonia terasa menyengat. Untuk puyuh di kandang baterai, isi baki penampung diganti tiap 2–3 hari, bukan ditambah di atasnya.

Gumpalan basah harus diangkat, bukan sekadar ditimbun — kalau ditimbun, bagian bawahnya akan terus lembap.
6

Ganti Total dan Olah Bekas Pakainya

Ganti seluruh alas ketika sebagian besar lantai sudah menggumpal keras, bau amonia langsung terasa begitu pintu kandang dibuka, atau permukaan tidak pernah kering lagi walau sudah diaduk. Selang ganti total berkisar sekitar 3 minggu sampai 3 bulan tergantung jenis ternak (kecuali baki kandang baterai yang isinya diganti tiap 2–3 hari) — rinciannya ada di tabel. Kosongkan kandang, bersihkan lantai seperti langkah pertama, lalu tebar alas baru. Alas bekas pakai yang sudah bercampur kotoran ternak bisa diolah jadi kompos: tumpuk di tempat teduh dengan ukuran tumpukan minimal sekitar 1 x 1 x 1 m supaya bagian dalamnya bisa memanas, jaga kelembapannya, tutup terpal, dan balik setiap 7–10 hari. Bagian dalam tumpukan yang terasa panas menandakan prosesnya berjalan. Umumnya sekitar 4–8 minggu teksturnya menjadi remah dan tidak lagi berbau tajam.

Jangan dipakai ke tanaman sebelum matang; kompos yang masih setengah jadi bisa membuat tanaman muda merana.
Pakai sarung tangan dan masker saat membongkar alas lama, menumpuk, dan membalik kompos — debunya membawa risiko pernapasan dan penyakit dari hewan. Alas bekas dari kandang yang sedang terkena wabah penyakit jangan dikomposkan atau disebar ke lahan; tangani sesuai arahan petugas kesehatan hewan setempat. Kompos berbahan kotoran ternak dapat mengandung patogen seperti Salmonella, E. coli, dan telur cacing — tekstur remah dan bau yang sudah jinak hanya menandakan tekstur, bukan keamanan, jadi pastikan tumpukan benar-benar sempat memanas di bagian dalam dan matang penuh. Untuk sayuran yang dimakan mentah, pakai hanya kompos yang sudah matang penuh dan beri jeda beberapa minggu sebelum panen.

Ketebalan Tebaran dan Jadwal Perawatan per Jenis Ternak

Jenis Ternak Ketebalan Awal Penambahan Lapisan Ganti Total
Ayam pedaging (broiler) 5–8 cm 1–2 cm di titik basah, tiap 5–7 hari Tiap akhir periode pemeliharaan (umumnya 5–6 minggu)
Ayam petelur & ayam kampung (sistem litter) 8–10 cm 2–3 cm, tiap 7–10 hari Sekitar 2–3 bulan
Anak ayam / masa brooding 6–10 cm (pilih yang lebih tebal bila lantai semen atau suhu dingin) 1–2 cm, tiap 3–5 hari Saat pindah ke kandang pembesaran
Itik (sistem lantai) 6–10 cm 2–3 cm, tiap 3–5 hari Sekitar 3–4 minggu
Puyuh (baki penampung kandang baterai) 1–3 cm di baki Isi baki diganti tiap 2–3 hari Mengikuti penggantian isi baki — tidak memakai litter lantai
Kambing & domba 10–15 cm 3–5 cm, tiap 7–10 hari Sekitar 1–2 bulan
Sapi & kerbau 15–20 cm ±5 cm di area istirahat, harian atau tiap 2–3 hari sesuai kepadatan Sekitar 3–6 minggu

Angka di tabel ini adalah titik awal untuk kandang lantai dan baki baterai; sesuaikan dengan kepadatan ternak, cuaca, dan kondisi lantai — patokan sebenarnya adalah permukaan alas harus selalu kering dan tidak licin.

Yang Perlu & Tidak Perlu Dilakukan

Lakukan

  • Pastikan lantai benar-benar kering sebelum alas baru ditebar.
  • Periksa alas sebelum ditebar dan sisihkan yang berbercak jamur, menggumpal, atau berbau apek.
  • Buka ventilasi lebar-lebar dan pakai masker sebelum mengaduk lapisan harian.
  • Aduk dan balik lapisan minimal sekali sehari, terutama di sekitar tempat minum dan tempat pakan.
  • Tambah lapisan tipis di titik basah begitu terlihat, jangan menunggu sampai menggumpal.
  • Cek ketebalan alas secara berkala — tebaran yang menipis lebih cepat jenuh.
  • Jaga ventilasi kandang tetap lancar supaya uap air keluar dan alas bisa kering kembali.

Hindari

  • Menebar alas di lantai yang masih basah atau baru saja disemprot desinfektan.
  • Memakai alas yang sudah berjamur atau berbau apek, apalagi di kandang anak ayam.
  • Memakai kapur tohor atau kapur sirih di lantai kandang — keduanya kaustik dan bisa melukai kaki ternak.
  • Menyemprot desinfektan saat ternak masih di dalam, atau mencampur dua jenis desinfektan.
  • Memadatkan atau menginjak-injak tebaran sampai seratnya kehilangan pori-pori.
  • Menimbun gumpalan basah dengan alas baru tanpa mengangkat gumpalannya lebih dulu.
  • Membiarkan tetesan tempat minum atau bocoran atap sampai berhari-hari.
  • Menyimpan stok yang belum terpakai langsung di lantai lembap tanpa alas palet.
  • Menyebar alas bekas pakai langsung ke lahan sebelum dikomposkan sampai matang.

Penyimpanan

Simpan sisa alas dalam kemasan tertutup rapat di tempat teduh dan kering, jauh dari tampias hujan maupun uap lembap yang keluar dari kandang. Ganjal karung dengan palet atau papan supaya tidak menempel langsung ke lantai. Dalam kemasan tertutup dan kondisi kering, daya serapnya relatif stabil selama penyimpanan, tetapi tetap cek kondisinya sebelum dipakai — pastikan tidak lembap, tidak menggumpal, dan tidak berbau apek. Kalau sempat basah, bongkar dan angin-anginkan sampai benar-benar kering sebelum ditebar. Namun bila sudah muncul bercak jamur, menggumpal, atau berbau apek, jangan dipakai di kandang — terutama untuk anak ayam — karena spora jamur dapat memicu gangguan pernapasan pada ternak maupun pekerja; arahkan ke tumpukan kompos saja.

Pertanyaan Umum

Sangat bergantung jenis ternak, kepadatan kandang, dan cuaca. Mengikuti tabel di atas: ayam petelur dan ayam kampung sistem litter umumnya 2–3 bulan, kambing dan domba sekitar 1–2 bulan, broiler tiap akhir periode pemeliharaan (umumnya 5–6 minggu), sapi dan kerbau sekitar 3–6 minggu, itik sekitar 3–4 minggu, sedangkan alas di kandang brooding diganti saat anak ayam pindah ke kandang pembesaran. Untuk puyuh di kandang baterai, hitungannya bukan ganti total melainkan penggantian isi baki tiap 2–3 hari. Perawatan harian yang rajin — mengaduk lapisan dan menambah alas di titik basah — umumnya membuat pemakaian bertahan di sisi atas rentang tersebut.

Ada tiga tanda yang paling mudah dikenali: alas menggumpal keras dan tidak bisa diuraikan lagi dengan garpu, bau amonia langsung menyengat saat pintu kandang dibuka, dan permukaannya tetap lembap meski sudah diaduk sehari sebelumnya. Kalau tanda ini muncul di sebagian besar lantai, lakukan ganti total; kalau hanya di beberapa titik, cukup angkat dan ganti bagian itu saja.

Tidak perlu. Alas ditebar dalam kondisi kering supaya daya serapnya penuh sejak hari pertama. Kalau kebetulan stoknya sempat terkena tampias hujan, angin-anginkan dulu sampai benar-benar kering sebelum masuk kandang. Kalau sudah terlanjur berjamur, menggumpal, atau berbau apek, jangan dipaksakan masuk kandang — arahkan saja ke tumpukan kompos.

Bisa, tetapi fungsinya berbeda. Di kandang panggung, alas ditebar di kolong sebagai penampung kotoran dan cairan — cukup tipis, sekitar 3–5 cm, dan ditambah begitu mulai jenuh. Angka ketebalan di tabel disusun untuk alas yang bersentuhan langsung dengan ternak di kandang lantai, jadi jangan dipakai untuk lapisan kolong. Keluarkan tumpukan kolong secara rutin supaya tidak menjadi sarang lalat dan larva serta sumber amonia yang naik ke lantai ternak di atasnya, dan pastikan kolong tetap punya aliran udara.

Sebaiknya dikomposkan dulu. Tumpuk bersama kotoran ternak dengan ukuran tumpukan minimal sekitar 1 x 1 x 1 m supaya bagian dalamnya bisa memanas, jaga kelembapannya kira-kira seperti spons yang sudah diperas, tutup terpal, lalu balik tiap 7–10 hari. Setelah sekitar 4–8 minggu teksturnya jadi remah dan baunya seperti tanah. Pakai sarung tangan dan masker saat menumpuk dan membalik. Perlu diingat, tekstur remah menandakan kompos sudah jadi secara fisik, bukan jaminan bebas patogen — kompos dari kotoran ternak bisa membawa Salmonella, E. coli, dan telur cacing, jadi pastikan tumpukan benar-benar sempat memanas dan matang penuh, dan untuk sayuran yang dimakan mentah beri jeda beberapa minggu antara pemupukan dan panen. Alas bekas dari kandang yang sedang terkena wabah jangan dikomposkan maupun disebar; ikuti arahan petugas kesehatan hewan setempat.

Produk Terkait

Produk untuk Panduan Ini

Masih Ragu Menentukan Takaran?

Ceritakan kebutuhan Anda, tim kami bantu rekomendasikan produk dan takarannya.

Konsultasi Gratis
Chat via WhatsApp